Posted in
on
07.07
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Hai, my dear...
Lusa, akan genap 6 bulan kau meninggalkan aku..
Ahh, rasanya sudah lama sekali aku melewati waktu sendiri, berpikir, berdoa, berharap, bermimpi, menanti kau kembali...
Disini, bersamaku...
Aku rindu, dibuat tertawa olehmu...
Rasanya, sudah lama sekali hatiku berhenti tertawa...
Tahukah kau, my dear?
Dibalik semua sakit, sepi, hampa yang ku rasa sejak kepergianmu, aku bersyukur...
Bersyukur, karena aku masih memiliki rasa syukur...
Syukur, karena aku tersadar, Tuhan, sangat sayang pada kita...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa kita dipertemukan kurang lebih 3 tahun yang lalu..
Lewat facebook waktu itu..
Katamu, kau melihat akun ku dibuka oleh temanmu, dan kau tergerak untuk meng-add ku, meski temanmu sudah mengatakan, aku adalah mantan temanmu yang lain.. ;)
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang menggerakkan hatimu...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa, sejak pertama mengenalmu, walau kita hanya banyak berbicara lewat facebook, aku tahu, kau akan menjadi "sesuatu" dalam hidupku...
Aku belum merasa cinta waktu itu, sama sekali tidak...
Hanya saja, sangat nyaman rasanya denganmu... Kau sangat mudah membuatku tertawa, saat sudah lama sekali aku berduka...
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang menanamkan keyakinan dalam hatiku, bahwa someday, kau akan menjadi "someone special" dalam hidupku...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa, pada 10 November 2009 kau memantapkan hati untuk memintaku menjadi pacarmu...
Pacarmu yang pertama (i'm so happy, so proud, n feeling so special of this fact).
Meski nampak jelas, kau sangat malu, dan entah sangat apa lagi saat berusaha menyatakannya...
Dan aku, dengan sangat berbahagianya menerimamu...
Rasanya senang sekali menjadi milikmu, dan memilikimu waktu itu....
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang membukakan hatimu, memberimu keberanian, dan memberi keyakinan padamu, dan padaku untuk kita bersama...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa, selama lebih dari 2 tahun kita menjalani hubungan kita, dengan segala tawa kita, pertengkaran-pertengkaran kita, rindu kita, sakit kita, cinta itu terus tumbuh...
Terutama padaku, aku tak berani bilang bagaimana padamu karena kau yang rasa...
Padaku, cinta itu terus tumbuh.. aku semakin terbuai dengan kehadiranmu... aku semakin membutuhkanmu...
aku semakin berani menjadikanmu segalanya bagiku... hariku, mimpiku.. segalanya...
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang memberkahi perasaan kita, melapangkan hati kita, sehingga cinta tumbuh subur disana... terutama di perasaanku, dan di hatiku...
Tuhan sangat sayang kita, my dear..
Itulah mengapa, saat kita terlalu terbuai, terlalu menikmati cinta kita, terlalu melewati batas, sehingga terlalu lupa pada-Nya, kita diberi peringatan...
dan mungkin hukuman...
Kita dipisahkan... Aku menerima hukuman yang paling berat... kehilangan kamu...
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang menggerakkan kita, sehingga kita bertindak sangat saling menjengkelkan satu sama lain, yang tidak lagi memberi kita kesabaran dan kekuatan, sehingga akhirnya kau memilih untuk pergi dan aku tak sanggup lagi menahanmu...
Agar kita akan berhenti menjadi "terlalu" dan kembali ingat pada-Nya...
See? Betapa Tuhan sangat menyayangi kita....
Tuhan begitu sayang pada kita, my dear..
Itulah mengapa kita dipisahkan..
Karena Ia Maha Tahu, bahwa inilah yang kita butuhkan...
Agar kita bisa introspeksi diri masing-masing.. Agar kita kembali ke jalur yang benar.. Agar kita tidak terlalu jauh tersesat..
Sehingga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik.. Sehingga kita bisa belajar dan berusaha memantaskan diri untuk satu sama lain... Sehingga kita bisa menjadi sempurna untuk satu sama lain dengan segala kekurangan yang kita miliki... Sehingga kita bisa lebih memahami sedalam, sebesar, dan sekuat apa cinta kita...
Karena Tuhan teramat sangat sayang pada kita, my dear...
Aku sangat bersyukur... Ku harap kau juga begitu...
Aku tidak berhenti mencintaimu... Sama sekali tidak...
Justru aku diberi kekuatan yang teramat sangat besar untuk tetap mencintaimu, meski Ia belum mengizinkan kita bersama kembali...
Berarti kita belum siap, belum pantas... Kita belum tiba pada waktunya...
Dan lagi-lagi aku sangat bersyukur, karena aku diberi kesabaran yang tak kalah besarnya untuk terus berjalan, belajar, berusaha, hingga kita tiba pada saat yang ditentukan-Nya.
Ku harap cintamu padaku juga mendapatkan hadiah kekuatan dan kesabaran dari-Nya...
Maka bersyukurlah, my dear...
Yakinlah, bahwa Tuhan menyayangi kita, dan tak akan habis sayang-Nya itu untuk kita, my dear...
Dan bersyukurlah untuk segala yang telah kita lewati...
Bersyukurlah karena kita dianugerahi cinta ini...
Hai, my dear...
Lusa, akan genap 6 bulan kau meninggalkan aku..
Ahh, rasanya sudah lama sekali aku melewati waktu sendiri, berpikir, berdoa, berharap, bermimpi, menanti kau kembali...
Disini, bersamaku...
Aku rindu, dibuat tertawa olehmu...
Rasanya, sudah lama sekali hatiku berhenti tertawa...
Tahukah kau, my dear?
Dibalik semua sakit, sepi, hampa yang ku rasa sejak kepergianmu, aku bersyukur...
Bersyukur, karena aku masih memiliki rasa syukur...
Syukur, karena aku tersadar, Tuhan, sangat sayang pada kita...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa kita dipertemukan kurang lebih 3 tahun yang lalu..
Lewat facebook waktu itu..
Katamu, kau melihat akun ku dibuka oleh temanmu, dan kau tergerak untuk meng-add ku, meski temanmu sudah mengatakan, aku adalah mantan temanmu yang lain.. ;)
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang menggerakkan hatimu...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa, sejak pertama mengenalmu, walau kita hanya banyak berbicara lewat facebook, aku tahu, kau akan menjadi "sesuatu" dalam hidupku...
Aku belum merasa cinta waktu itu, sama sekali tidak...
Hanya saja, sangat nyaman rasanya denganmu... Kau sangat mudah membuatku tertawa, saat sudah lama sekali aku berduka...
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang menanamkan keyakinan dalam hatiku, bahwa someday, kau akan menjadi "someone special" dalam hidupku...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa, pada 10 November 2009 kau memantapkan hati untuk memintaku menjadi pacarmu...
Pacarmu yang pertama (i'm so happy, so proud, n feeling so special of this fact).
Meski nampak jelas, kau sangat malu, dan entah sangat apa lagi saat berusaha menyatakannya...
Dan aku, dengan sangat berbahagianya menerimamu...
Rasanya senang sekali menjadi milikmu, dan memilikimu waktu itu....
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang membukakan hatimu, memberimu keberanian, dan memberi keyakinan padamu, dan padaku untuk kita bersama...
Tuhan sayang kita, my dear...
Itulah mengapa, selama lebih dari 2 tahun kita menjalani hubungan kita, dengan segala tawa kita, pertengkaran-pertengkaran kita, rindu kita, sakit kita, cinta itu terus tumbuh...
Terutama padaku, aku tak berani bilang bagaimana padamu karena kau yang rasa...
Padaku, cinta itu terus tumbuh.. aku semakin terbuai dengan kehadiranmu... aku semakin membutuhkanmu...
aku semakin berani menjadikanmu segalanya bagiku... hariku, mimpiku.. segalanya...
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang memberkahi perasaan kita, melapangkan hati kita, sehingga cinta tumbuh subur disana... terutama di perasaanku, dan di hatiku...
Tuhan sangat sayang kita, my dear..
Itulah mengapa, saat kita terlalu terbuai, terlalu menikmati cinta kita, terlalu melewati batas, sehingga terlalu lupa pada-Nya, kita diberi peringatan...
dan mungkin hukuman...
Kita dipisahkan... Aku menerima hukuman yang paling berat... kehilangan kamu...
Kau tahu, my dear?
Ia Tuhan, yang menggerakkan kita, sehingga kita bertindak sangat saling menjengkelkan satu sama lain, yang tidak lagi memberi kita kesabaran dan kekuatan, sehingga akhirnya kau memilih untuk pergi dan aku tak sanggup lagi menahanmu...
Agar kita akan berhenti menjadi "terlalu" dan kembali ingat pada-Nya...
See? Betapa Tuhan sangat menyayangi kita....
Tuhan begitu sayang pada kita, my dear..
Itulah mengapa kita dipisahkan..
Karena Ia Maha Tahu, bahwa inilah yang kita butuhkan...
Agar kita bisa introspeksi diri masing-masing.. Agar kita kembali ke jalur yang benar.. Agar kita tidak terlalu jauh tersesat..
Sehingga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik.. Sehingga kita bisa belajar dan berusaha memantaskan diri untuk satu sama lain... Sehingga kita bisa menjadi sempurna untuk satu sama lain dengan segala kekurangan yang kita miliki... Sehingga kita bisa lebih memahami sedalam, sebesar, dan sekuat apa cinta kita...
Karena Tuhan teramat sangat sayang pada kita, my dear...
Aku sangat bersyukur... Ku harap kau juga begitu...
Aku tidak berhenti mencintaimu... Sama sekali tidak...
Justru aku diberi kekuatan yang teramat sangat besar untuk tetap mencintaimu, meski Ia belum mengizinkan kita bersama kembali...
Berarti kita belum siap, belum pantas... Kita belum tiba pada waktunya...
Dan lagi-lagi aku sangat bersyukur, karena aku diberi kesabaran yang tak kalah besarnya untuk terus berjalan, belajar, berusaha, hingga kita tiba pada saat yang ditentukan-Nya.
Ku harap cintamu padaku juga mendapatkan hadiah kekuatan dan kesabaran dari-Nya...
Maka bersyukurlah, my dear...
Yakinlah, bahwa Tuhan menyayangi kita, dan tak akan habis sayang-Nya itu untuk kita, my dear...
Dan bersyukurlah untuk segala yang telah kita lewati...
Bersyukurlah karena kita dianugerahi cinta ini...
Langganan:
Komentar (Atom)


