Hay dear...
It's my birthday today... :')
Dan sepotong pun ucapan selamat darimu tak ku peroleh....
Sudah sejauh itu kau melupakanku.... :')

Jauh hari sebelumnya, aku selalu mengingatkan diriku untuk tidak berharap...
Tidak berharap apapun itu darimu... Bahkan hal sekecil ucapan selamat melalui sms pun, aku selalu mengingatkan diriku untuk tidak mengharapkannya...
Tapi aku tahu, diam-diam hatiku selalu berharap...

Semalam aku menangis, my dear....
Entah mengapa.. Aku merasa sangat-sangat sedih... Sangat-sangat sepi... Sangat-sangat sendiri...
Dan air mata itu, tak henti-hentinya mengalir..
Mungkin sebenarnya hatiku mulai menyadari, betapa besar rasa kecewa yang akan ku tanggung di hari ulang tahunku ini...
Mungkin sebenarnya hatiku masih terus berharap kau akan memberiku ucapan selamat...
mungkin hatiku terbagi dan berusaha saling mengingkari..
Satu sisi berusaha untuk tidak berharap, di sisi lain benar-benar sangat berharap...

Aku tahu, sebesar apapun usahaku untuk tidak berharap, nyatanya hatiku terlalu senang berharap...
Buktinya, pagi ini aku bangun dengan sangat bersemangat, membersihkan setiap senti kamarku, kamar mandi, dan sekarang, aku sudah memakai baju tidur terbaruku...
Kalau-kalau kau tiba-tiba datang, seperti kawan-kawan utusanmu tahun kemarin....
Aku seperti seorang pengantin yang mempersiapkan dirinya, berdandan sedemikian rupa, dan menanti
kekasihnya datang dengan setia...
Tapi ternyata ia tak pernah datang...

Harusnya aku berhenti berharap sejak awal....
namun tetap saja, sampai saat aku bercerita ini semua pun, aku masih berharap kau akan datang....
keras kepala sekali hatiku ya, my dear.... :')

Sekeras apapun aku berusaha tidak berharap, ia pasti akan berharap diam-diam...
dan harapan ini akan terus menggantung dilangit-langit hati dan pikiranku...
menanti kedatangan, atau sekedar ucapan darimu....
mungkin hingga aku terlelap... mungkin akan terbawa ke dalam mimpiku malam ini...

seperti yang terjadi kemarin malam...
aku baru ingat sekarang...

Semalam. aku memimpikanmu, my dear....
Saking aku mengharapkan kau datang hari ini...
Kau hadir disana... di mimpiku...
kau tersenyum padaku, dan sepertinya berusaha menenangkanku....

Ah, seharusnya aku sudah bersyukur...
Kau sudah menghampiriku dalam mimpi...
Harusnya itu sudah sangat cukup...
:')
Terima kasih banyak, my dear...
Terima kasih... :)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku terbangun. Tadinya aku tertidur setelah mendoakanmu...
Dalam tidurku tadi, aku sedang bermimpi indah.. dan ternyata saat bangun aku mendapatkan sesuatu yang sangat indah..

Aku memeriksa blackberryku..
ada beberapa BBM dan Twitter yang masuk...
Malas-malasan aku mengeceknya...
Masih beberapa ucapan selamat di BBM...
dan di twitter... ternyata ada mention darimu !!!!

Happy Milad ya, Semoga jadi dokter yg berguna bagi nusa, bangsa dan keluarga :D . diberi kesehatan dan kemudahan selalu  :) 

Demikian ucapmu...
Kau tahu? Aku sangaaat senang menerimanya...
Terima kasih, my dear....

Kamu adalah orang terakhir yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku di hari ulang tahunku...
Harusnya aku tidak terlalu terburu-buru kecewa dan berprasangka padamu...
Harusnya aku ingat kepribadianmu yang unik dan selalu membuatku rindu...
Ya.. kamu seperti itu, daripada memberi ucapan paling awal, kamu akan lebih memilih menjadi yang terakhir mengucapkannya...
Kamu tahu, aku akan sangat menantikanmu, dan kamu senang menikmati membayangkan aku kecewa...
Ya, itu adalah caramu memberi sedikit "surprise"
Itu adalah caramu untuk menjadi lebih spesial...

Dan ya!
Kamu spesial, my dear....
Kamu selalu sangat spesial bagiku...

Terima kasih banyak....
Aku sangat merindukanmu... :')
Love you, lelaki spesialku... :)
Once upon a time..
Seorang lelaki yang sangat dicintai oleh seorang wanita akan berulang tahun..
Sejak lelaki tersebut menjadi orang yang sangat penting untuk sang wanita, sang wanita selalu sangat bersemangat menyiapkan hadiah untuk ulang tahunnya...
Maka dua bulan sebelum hari ulang tahun sang lelaki, sang wanita mulai mencari ide hadiah apa yang akan diberikan kepada lelaki tercintanya kali ini..

Sang wanita pun mulailah menabung, seperti yang selalu dilakukannya. Karena ia selalu ingin, hadiah yang diterima oleh sang lelaki benar-benar  berasal dari hasil usahanya sendiri...
Ia pun mulai mengurangi belanjanya. Untuk makan siang, ia membawa bekal dari rumah, jika menginginkan sesuatu, ia menahannya. semua agar uang yang terkumpul kelak, cukup banyak untuk memberi sesuatu yang  bagus dan bermanfaat dan mungkin sebuah kue ulang tahun untuk sang lelaki.

Sang wanita melakukan semuanya seperti biasa..
Padahal, tahun ini jelas tidak biasa..
Sang lelaki sudah memutuskannya. Kurang lebih tiga setengah bulan yang lalu..
Namun, bagi sang wanita, ia harus tetap membuat lelaki tercintanya tersebut merasa spesial di hari spesialnya.
Maka ia tetap mempersiapkan semuanya seperti biasa.

Hari demi hari, terkumpullah sejumlah uang. Belum banyak, namun ia senang karena ia mendapatkan sejumlah tambahan dari hasil ia membantu bisnis temannya.

Suatu hari, sang wanita mendatangi sebuah pameran bersama dua orang sahabatnya.
Pameran yang biasanya dihadirinya bersama sang lelaki, karena sang lelaki sangat menyukai pameran tersebut.
Dan benar saja, mereka bertemu di pameran tersebut.
Sang lelaki juga datang bersama teman-temannya.
Sang wanita berusaha bersikap biasa, walaupun sebenarnya ada rasa perih karena rindu, karena kenyataan bahwa kini mereka datang pada pameran tersebut sendiri-sendiri.

Setelah membeli apa yang dibutuhkannya, sang wanita pun pulang. Sang lelaki masih tinggal untuk mengikuti sebuah kuis.

Esok paginya..
Sang wanita bangun, dan langsung mengecek isi dompetnya.
Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui uangnya telah berkurang. Ia sangat sedih, terlebih belakangan diketahui bahwa ternyata salah satu sahabatnya lah yang mengambil uang tersebut.
Sang wanita berusaha ikhlas, walau ia sangat kecewa.
Ia pun berusaha kembali menabung.

Akhirnya, sang wanita telah memutuskan hadiah apa yang akan diberikannya kepada sang lelaki.
Ia akan menghadiahkan sebuah Al Quran dan mp3 player.
Mengapa Al Quran?
Karena sejak sang wanita diputuskan oleh sang lelaki, sang wanita banyak mendapatkan penenang dari Al Quran, jika ia merasa sedih atau sangat rindu pada sang lelaki, ia membaca sebuah surah dengan Al Quran yang dulu diberikan sang lelaki ketika sang wanita akan berangkat naik gunung.
Sang wanita berharap, sang lelaki juga dapat menemukan hikmah dari putusnya mereka. Ia berharap, meski sangat sedih, sang lelaki juga bisa mencari kedamaian melalui Al Quran.

Mengapa mp3 player?
Karena sang wanita tahu, lelaki tercintanya sangat suka mendengarkan musik.
Mp3 player ini mempunyai suara yang bagus. Ia berharap, lelaki tercintanya itu akan menyukainya.

Pada suatu hari, sang wanita pergi ke sebuah toko buku. Disana ia melihat Al Quran dengan berbagai macam jenis sampulnya. Ia pun memilih satu, sebuah Al Quran terjemah yang tidak telalu kecil dengan sampul dari kulit berwarna hitam.
Ia belum membelinya, sebenarnya uangnya sudah cukup, tapi ia masih ingin menanbung lebih banyak lagi.

Kemudian ia mulai berpikir, mp3 player warna apa yang akan diberikannya untuk sang lelaki.
yang ada lambang bolanya kah? Tapi ia khawatir, ia salah memilihkan lambang klub. Dia tahu, lelakinya itu tidak terlalu fanatik pada sebuah klub sepak bola tertentu.
Akhirnya ia menentukan akan membelikan mp3 player berwarna merah hitam.
Warna ciri khas fakultas sang lelaki.

Sang wanita pun mulai mencari mp3 player tersebut.
Tidak mudah mendapatkannya.
Yang menjual tidak banyak. Di kota tempat tinggalnya, hanya ada satu toko yang ia ketahui menjual mp3 player seperti itu.
Sang wanita sebenarnya tidak berani ke tempat itu sendirian. Tempat itu jauh dan cukup asing untuknya.
Beruntung, ia mendapatkan nomor telepon tempat itu dari websitenya.
Ternyata warna yang dicarinya tidak ada di toko tersebut.
Akhirnya sang wanita memutuskan untuk mencari secara online.
Ia menemukan beberapa toko online yang menjual mp3 player jenis tersebut.
Sang wanita berusaha menghubungi beberapa toko.
Beruntung lagi kali ini, ia menemukan sebuah toko yang bisa dibeli dengan cara bertemu langsung.
Toko tersebut berlokasi di Jakarta, dan adik sang wanita, sebentar lagi akan berangkat kesana.
Sang wanita sangat senang.

Namun ternyata, mp3 player yang berwarna merah hitam itu, headsetnya berwarna putih.
Sang wanita tidak mau, karena headset berwarna putih sudah sangat umum.
Ia pun memilih warna lain. Biru hitam dengan headset biru.

Mendekati hari ulang tahun sang lelaki, sang wanita pun pergilah membeli Al Quran di toko buku yang waktu itu didatanginya.
Ia juga tadinya akan membeli kertas kado, tapi ia mendapatkan ide lain, ia akan membuat kotak kado.
Ia pun membeli bahan-bahannya.
Tak lupa ia membeli kartu dan kertas surat untuk disertakan pada kado tersebut nantinya.

Namun sayang, ternyata tanggal kepulangan adik sang wanita diundur.
Ulang tahun sang lelaki akan terlewatkan.
Akhirnya pada hari ulang tahun sang lelaki, sang wanita secara tiba-tiba memutuskan untuk membawakan kue ulang tahun ke rumah sang lelaki.
Walaupun ada rasa takut ditolak yang sangat besar, ia nekat melakukannya.
Beruntung, sang lelaki menerimanya dengan senang hati. Sang wanita merasa sangat bahagia.
Baginya, hari itu ia yang berulang tahun, karena bisa merayakan ulang tahun lelaki tercintanya hanya berdua dan dengan suasana sangat hangat seperti itu, merupakan hadiah yang sangat berarti baginya.

Selama menunggu adiknya pulang, sang wanita berpikir, bagaimana memberikan kado tersebut kepada sang lelaki. tidak mungkin ia datang lagi ke rumah lelaki tersebut.
Ia pun memutuskan akan mengajak sang lelaki keluar, namun jika tak berhasil, ia terpaksa akan menggunakan jasa kurir untuk mengantarkannya.

Sang adik pun pulang.
Namun ternyata, paket mp3 player tesebut belum disertai charger nya, maka ia pun harus menunggu lagi dulu adiknya membelikan charger untuk mp3 player tersebut.
Setelah semuanya lengkap, sang wanita pun membuat kotak kadonya.
cukup sulit, karena ini adalah pertama kalinya ia membutanya. Namun akhirnya ia berhasil menyelesaikannya walaupun hasilnya agak tidak rapih.
Di dalam kotak tersebut, ia mengatur Al Quran dan mp3 palyer beserta perangkatnya.
Tak lupa ia menyelipkan kartu dan surat yang telah ditulisnya.
Kartu berisi doa, dan surat berisi penjelasan kado-kado tersebut.
Terakhir, ia menyemprotkan parfumnya pada kado dan surat tersebut.
Kemudian kotak tersebut dibungkusnya lagi dengan kertas kado.
kado itu pun siap menemui pemiliknya.

Dengan sangat deg-degan, sang wanita menelepon sang lelaki, berusaha mengajaknya bertemu.
namun sang lelaki tak mau menemuinya. Sang wanita sangat kecewa, tapi berusaha tidak menampakkan kekecewaannya.
Akhirnya malam itu ia membawanya sebuah perusahaan jasa kurir.
Namun ternyata, mereka menolak mengantarkannya, karena mereka takut kado tersebut mengalami kerusakan, kecuali jika kado tersebut dipakaikan peti kayu. Terlalu berlebihan rasanya, pikir sang wanita.

Akhirnya, jalan terakhir adalah dengan menitipkan kado tersebut pada sahabat sang lelaki.
Dan dengan cara itu lah, kado tersebut akhirnya bisa sampai pada pemiliknya.
Menurut cerita sang sahabat, sang lelaki speechless saat menerima kado tersebut. dan ia membaca suratnya berulang-ulang.

Sebagai balasannya, sang wanita menerima ucapan terima kasih dari sang lelaki melalui sms.
Baginya itu sudah cukup...
Ia bersyukur, tahun ini, ia masih bisa memberikan kejutan-kejutan pada lelaki tercintanya.
Saat ini, ia sudah tidak tahu bagaimana kabar kado-kado tersebut.
Sang wanita berharap, semoga lelaki tercintanya benar-benar memanfaatkannya.
Bukannya menelantarkan mereka.
Amin.






Back to Home Back to Top Believer of Believing... Theme ligneous by pure-essence.net. Bloggerized by Chica Blogger | Make Money Online.