Tahukah kau betapa aku merindukanmu, my dear?
rindu ini tidak pernah redup, tak pernah berkurang sejak hari pertama kau memilih untuk tidak berbicara padaku...
ya, rindu ini bahkan telah dimulai sejak lama sebelum kau benar-benar meninggalkanku...
Pernahkah kau merasakan rindu yang sama, my dear?
rindu yang sangat menyesakkan...
rindu yang tidak dapat lagi terwakili oleh hanya sebuah kata 'rindu'...
rindu yang tidak bisa lagi ku ceritakan betapa dahsyatnya...
Rindu ini sepertinya telah larut dalam darahku, my dear..
memberi perih di setiap senti tubuhku yang dilaluinya...
kadang meluap sebagai air mata...
menyerangku sejak pertama aku membuka mata, hingga akhirnya aku tertidur kembali, bahkan sering mengisi mimpiku, dan membangunkanku di tengah malam yang kelam...
terbangun sambil merindukanmu, rasanya sakit sekali...
Rindu ini menyakitkan, my dear...
tapi aku mulai menikmati sakit ini...
aku tidak bisa berbuat apa-apa.. maka ku nikmati saja.. mungkin juga karena sudah terbiasa..
Mungkin rindu ini sudah menjadi bagian dari diriku, my dear...
menggantikan hadirmu...
hadirmu yang dulu adalah bagian dari diriku, kini telah berganti menjadi rindu padamu yang telah menjadi bagian dari diriku...
I miss you, my dear...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Leave a Comment