Aku sedang berpikir...
tentang apa yang sebenarnya ku rasakan sekarang, apa yang ku inginkan, dan apa yang harus ku lakukan...
tentang kamu....
Kemudian dalam sholatku, hatiku berbisik...
"Bukankah semuanya sudah kau serahkan pada-Nya? Mengapa harus bingung? Mengapa harus khawatir? Ia pasti mendengarkan dan mengabulkan doamu... Itulah mengapa semuanya seperti sekarang...
Jika dia memang jodohmu, maka bersabarlah hingga tiba saatnya kalian menyatu....
Jika bukan, maka bersabarlah hingga jodohmu yang sebenarnya menghampirimu..."
dan aku pun tersenyum kembali...
Lalu...
Sesuatu yang tak terduga membawaku membuka kembali catatan-catatan lama ku untukmu...
catatan-catatan ketika kita masih saling jatuh cinta....
lagi.lagi terimakasih :)
dia hanya trus berusaha bersinar di hati yg terlalu lama mendung...
dia hanya terus berusaha membawa keceriaan untuk tawa yang lupa akan ceria..
dia hanya berusaha membuat lupa apa yang seharusnya tak diingat..
dia hanya membawa cinta yang segar untuk hati yang gersang..
dia hanya lelaki sederhana dengan senyuman tulus yang teramat luar biasa..
he is my sunshine..
he is ANDI SURYA ANUGRAH...
^__^
dia hanya terus berusaha membawa keceriaan untuk tawa yang lupa akan ceria..
dia hanya berusaha membuat lupa apa yang seharusnya tak diingat..
dia hanya membawa cinta yang segar untuk hati yang gersang..
dia hanya lelaki sederhana dengan senyuman tulus yang teramat luar biasa..
he is my sunshine..
he is ANDI SURYA ANUGRAH...
^__^
Kau tersenyum, kau bahagia, dan aku bahagia saat itu....
dan kini aku merindukan saat itu
jika saja kita bisa saling jatuh cinta kembali....
Tiga hari sebelumnya, aku menulis sebuah catatan lain tentang betapa sesungguhnya aku bersyukur karena kehadiranmu di hidupku...
dan seandaix...
seandainya rasa tak pernah memaksa tuk memiliki..
seandainya bahagia tak menari di atas keegoisan..
seandainya bahagia tak seindah itu...
dan seandainya luka tak sesakit itu..
seandainya tak ada rasa yang terlalu..
seandainya tawa.tawa tak berlalu..
seandainya tak ada luka yang berbekas..
dan seandainya bayang.bayang itu tak trus menghantui..
seandainya dy tak pernah datang..
seandainya senyum tak sempat lagi hadir..
seandainya bahagia tak menggantikan penderitaan..
dan seandainya hari.hari esok tetap suram..
seandainya bahagia dapat sempurna..
seandainya rasa dapat meluap untuknya..
seandainya sakit tak trus menghantui..
dan seandainya tak ada yang terlanjur mati..
seandainya yang meneteskan lara dan seandainya yang bermandikan cahaya..
seandainya bahagia tak menari di atas keegoisan..
seandainya bahagia tak seindah itu...
dan seandainya luka tak sesakit itu..
seandainya tak ada rasa yang terlalu..
seandainya tawa.tawa tak berlalu..
seandainya tak ada luka yang berbekas..
dan seandainya bayang.bayang itu tak trus menghantui..
seandainya dy tak pernah datang..
seandainya senyum tak sempat lagi hadir..
seandainya bahagia tak menggantikan penderitaan..
dan seandainya hari.hari esok tetap suram..
seandainya bahagia dapat sempurna..
seandainya rasa dapat meluap untuknya..
seandainya sakit tak trus menghantui..
dan seandainya tak ada yang terlanjur mati..
seandainya yang meneteskan lara dan seandainya yang bermandikan cahaya..
Sejak kau hadir, bagiku kau adalah cahaya...
My Sunshine...
Dan waktu terus berjalan dan berlalu...
Aku mencintaimu, kau mencintaiku...
Kita tertawa, kita bertengkar, kita bercanda, kita saling menjengkelkan...
aku terus mencintaimu, dan semakin mencintaimu...
Dan aku terlanjur tahu seperti apa sakit karena kehilangan...
menakutkan... menyakitkan..
maka ku buat lagi sebuah catatan, yang mungkin adalah sebuah firasat...
entahlah...
..i beg don't leave me..
Mengetahui kau akan kehilangan orang yang sangat kau cintai adalah hal yang paling menyakitkan..
Kau akan berusaha menjaganya..Apapun itu caranya..Agar ia bisa (meski hanya) sedikit lebih lama bersamamu..
Kau tak akan segan memohon.. (mungkin)Demi apapun itu.. untuk menahannya di sisimu, saat waktunya tiba..
Puncak rasa sakitnya akan terasa.. Saat kau tersadar semuanya telah tidak mungkin.. Saat kau tersadar kau telah kalah.. Saat kau tersadar, ia, yang sangat kau cintai, telah mengambil keputusan untuk berhenti bertahan.. Saat kau tersadar tak akan ada lagi yang bisa kau lakukan..
Dan sakit itu yang akan menggantikannya bertahan denganmu.. Sangat lama.. Sangat banyak air mata..
Sangat banyak kata "mengapa" yang tak terjawab..
Belajar mengikhlaskannya adalah hal lain yang akan sangat sulit kau hadapi, dan tentu saja, sangat menyakitkan.. Karena kali ini, kau harus melawan dirimu sendiri.. Cintamu..
dan harus menyadari, mungkin suatu saat kau akan melupakannya, dan hal ini akan menjadi sebuah penyakit baru untukmu..
Karena kau tahu, kau tak akan pernah mau melupakannya..
Mungkin.. Hidup memang tidak pernah adil..
Catatan itu ku tulis saat masih bersamamu, berdasarkan pengalaman yang lalu...
Siapa yang menduga, kini aku mengalaminya kembali padamu...
Keduanya memberikan rasa tersendiri, namun tetap saja rasa itu bernama sakit....
Meski aku tidak setuju dengan kalimat penutupnya...
karena akhirnya aku belajar, hidup ini justru sangat adil...
I beg you don't leave me...
Pernahkah kau membaca catatan itu?
Apakah seharusnya waktu itu aku memperlihatkannya padamu?
akankah menghasilkan sesuatu yang berbeda?
Siapa yang menduga, saat aku sedang ragu akan perasaanku, akan apa yang harus ku lakukan, seseorang yang tak terduga, yang merupakan bagian dari masa lalu, membawaku mengingat kembali akan catatan-catatan untukmu, yang aku pun sudah melupakannya?
I guess,
The universe doesn't let me let you go, my dear...
.jpg)




