Tentangku yang Tak Mampu Menaklukkan Matahari


♬♪ what am I gonna do when the best part of me was always you and..
What am I supposed to say when I’m all chocked up and you’re okay.. ♬♪

So, how are you, my dear?
Hujan yang tak henti hari ini mengingatkan ku akan mu…
Karena seperti mu, matahari sepertinya lupa menampakkan wajahnya…  atau  tidak peduli?
Tahukah kau?  Hari ini banyak yang merindukan matahari…
Seperti aku merindukanmu, Sunshine…
Tapi rindu mereka belum seberapa
Jika kau bandingkan dengan rinduku yang selalu ada, meski tak lagi selalu ku sadari hadirnya..
Karena terlalu terbiasa… karena ia telah menjadi nafas… karena ia telah larut dalam darah…

Ku kira aku akan kembali merengkuh matahari…
Ku kira hari-hari ku akan bermandikan cahaya lagi…
Ketika ku lihat tatapan dan senyum mu padaku di hari itu…
Tatapan yang seketika menjadi gravitasiku…
Senyum yang sekonyong-konyong mengingatkanku kembali akan canduku..
Hari yang menjadi hadiah ulang tahun terindah dari Tuhan untukku..

Kenyataannya kau semakin jauh…

Bagaimana mungkin saat pertemuan sudah kembali sering terjadi, namun hati justru semakin merasakan jarak?

Aku tak mampu menaklukkan matahari…


“Tak ada yang berubah meski kenangan sudah berhasil kau kemas dan luka tak lagi membuatmu cemas…
Sebab kepergian selalu terasa nyata dan kesepian selalu mencari teman…”
- Bernard Batubara-


0 komentar:

Leave a Comment

Back to Home Back to Top Believer of Believing... Theme ligneous by pure-essence.net. Bloggerized by Chica Blogger | Make Money Online.