aku sendiri, percaya memiliki hati, namun sangat kesulitan sendiri untuk memahaminya.
terutama akhir-akhir ini...
bicara soal hati, yah, aku tidak akan jauh-jauh...
jelas saya akan membicarakan urusan cinta...
yang lebih tidak mampu lagi ku pahami..
aku
sejak dia pergi, aku yakin rasa itu tetap ada...
hanya saja, seiring waktu, aku mulai berhenti berharap..
mungkin, lebih menjadi realistis..
things change, people change, i am change... he change...
but not anything that i have about him.
2 bingkai foto yang berisi foto kami tak bergeser sedikit pun dari tempatnya.
slideshow foto-foto kami di laptop tetap menampilkan kenangan-kenangan yang entah kapan aku akan merelakannya..
ringtone handphone ku, masih lagu kenangan darinya..
video-video, chat-chat kami yang tertinggal, tak akan terusik..
boneka Sunshine ku, masih yg selalu ku peluk dan ku cium..
doa ku, masih berisi namanya..
he's still my favorite...
tapi itu semua sudah tidak lagi menyakiti ku....
i am happy now...
aku senang dengan segala perubahan yang ku alami sekarang..
aku senang melihat perubahannya, dan mendoakan kebahagiaannya..
terlepas dari segala sakit, marah, sedih, kecewa atas perpisahan kami, aku senang karena mengalaminya.
tapi kesenangan itu akhirnya membingungkan.
terutama dengan kehadiran mereka.
Mereka yang berusaha mengisi sesuatu di diriku yang mungkin terlihat kosong di mata mereka.
aku kebingungan, karena tidak tahu harus bagaimana membalas niat baik mereka.
aku kebingungan, karena tidak tahu harus ku apakan perasaan ku pada dia.
aku kebingungan karena terlalu sering kudapati diriku tidak bisa merasakan apa-apa.
bahkan saat aku tertawa-tawa
bahkan saat akhirnya aku bisa menangis.
kebahagiaan ini mebingungkan.
dan mulai menakutiku.


0 komentar:
Leave a Comment