Kosong

Beberapa waktu belakangan ini saya sering mendapati diri saya merasa kosong.
Bukan jenis kekosongan yang terasa sepi.
Bukan kekosongan yang penuh kegalauan seperti yang pernah saya rasakan ketika patah hati dulu.
Bukan sebuah kekosongan yang membuat saya meringkuk menangis menahan sakit yang ditimbulkan.
Ini adalah kekosongan yang..... Kosong.

Sepertinya saya terlalu baik-baik saja.
Tidak sedih. Tidak sakit. Tidak marah. Tapi juga tidak senang.
Biasa saja.
Datar.

Ah, tapi sudahlah.
Seharusnya saya lebih banyak bersyukur.
Setidaknya saya tidak harus menumpahkan pilu setiap malam karena merasa kesakitan.

0 komentar:

Leave a Comment

Back to Home Back to Top Believer of Believing... Theme ligneous by pure-essence.net. Bloggerized by Chica Blogger | Make Money Online.