S, senang bisa bertemu denganmu hari ini...
sudah kama sekali, yah.. setengah tahun lebih.
senang melihatmu tampak baik-baik saja..
senang bisa sedikit berbicara denganmu...
senang bisa banyak bercengkrama dengan ibu dan adikmu...
ku harap kau selalu bahagia.
S, aku bersamanya.
entah bagaimana, semuanya ku biarkan berjalan begitu saja.
bukan berarti aku tidak menghindar, sudah ku coba lakukan semuanya.
tapi semesta sepertinya ingin mengajarkan hal yang lain lagi padaku.. semoga kali ini tidak menyisakan sakit.
aku tetap menyayangimu, S.
rasa itu tidak terusik sedikit pun.
tetap menempati tahtanya. mengamati dengan damai.
aku juga tidak mengerti, sudah segila apa aku dengan ini semua.
mungkin masih tidak cukup untuk mampu memahaminya.
S, apapun yang terjadi, seperti apapun kejutan yang disiapkan semesta untuk ku, untuk mu, untuk kita, satu-satunya yang tak pernah henti ku harapkan sebagai hasilnya adalah kebahagiaanmu.
aku tidak akan menyebutkan slogan basi "bahagiamu adakah bahagiaku" itu.,
aku hanya tidak mau bersedih dengan mengetahui kau tidak bahagia.
Yes. I am that selfish.
Posted in
on
05.20
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
dear... what's bothering you?
tell me your stories.
show me your sorrow.
let me feel your pain.
dear... it's ok to cry sometimes...
dear... may i hug you?
kemudian tersenyumlah.
berbahagialah selamanya.
tell me your stories.
show me your sorrow.
let me feel your pain.
dear... it's ok to cry sometimes...
dear... may i hug you?
kemudian tersenyumlah.
berbahagialah selamanya.
Posted in
on
04.13
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Hai, Love...
I was just watching a slideshow of our photos...
i touched your face on those photos...
and i started crying...
and it was amazing!
i thought, my heart was died.
since for a very long time, i can't feeling anything.
Numb...
to be honest, while i was crying, i still don't know how was my feeling.
i was just kept crying and sobbing..
but, if someday i can really feel again, i think that feeling will be "missing you".
truely, deeply, extremely much.
I was just watching a slideshow of our photos...
i touched your face on those photos...
and i started crying...
and it was amazing!
i thought, my heart was died.
since for a very long time, i can't feeling anything.
Numb...
to be honest, while i was crying, i still don't know how was my feeling.
i was just kept crying and sobbing..
but, if someday i can really feel again, i think that feeling will be "missing you".
truely, deeply, extremely much.
Posted in
on
20.27
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Oh, aku hampir lupa...
Happy birthday to me!!!!
so what's the surprises, 22?
Ulang tahun kali ini, surprisingly menyenangkan in it's own way..
banyak doa, 1 surprise from my girls, 2 kue ulang tahun, dan banyak kado...
ya, aku tidak menyangka akan mendapat kado sebanyak ini..
dari etta & ibu, puang ani, puang syurti, kak yanti, mahesa -aku sudah GR sih soal yang satu ini- , kak ical -it's surprise, apalagi mawar putih aslinya-, dan dari iphink. Tidak kenal dia?
well, aku memang tidak pernah menyangka yang satu ini.
banyak sekali yang harus ku syukuri, bukan?
ya, Alhamdulillah.... :)
Dan dari my sunshine?
nothing. :)
sepotong ucapan pun, tak ada.
which is, sudah ku duga, dan sangat ku pahami...
so, it's not a problem...
aku yakin, jika dia ingat, dia pasti sudah mendoakan ku saat itu... :)
mungkin kado yang banyak itu adalah cara Tuhan membuatku tetap bahagia dan tidak kecewa sedikit pun di hari ulang tahun ku... :')
Alhamdulillah...
Happy birthday to me!!!!
so what's the surprises, 22?
Ulang tahun kali ini, surprisingly menyenangkan in it's own way..
banyak doa, 1 surprise from my girls, 2 kue ulang tahun, dan banyak kado...
ya, aku tidak menyangka akan mendapat kado sebanyak ini..
dari etta & ibu, puang ani, puang syurti, kak yanti, mahesa -aku sudah GR sih soal yang satu ini- , kak ical -it's surprise, apalagi mawar putih aslinya-, dan dari iphink. Tidak kenal dia?
well, aku memang tidak pernah menyangka yang satu ini.
banyak sekali yang harus ku syukuri, bukan?
ya, Alhamdulillah.... :)
Dan dari my sunshine?
nothing. :)
sepotong ucapan pun, tak ada.
which is, sudah ku duga, dan sangat ku pahami...
so, it's not a problem...
aku yakin, jika dia ingat, dia pasti sudah mendoakan ku saat itu... :)
mungkin kado yang banyak itu adalah cara Tuhan membuatku tetap bahagia dan tidak kecewa sedikit pun di hari ulang tahun ku... :')
Alhamdulillah...
Posted in
on
20.12
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Siapa yang bisa memahami hati?
aku sendiri, percaya memiliki hati, namun sangat kesulitan sendiri untuk memahaminya.
terutama akhir-akhir ini...
bicara soal hati, yah, aku tidak akan jauh-jauh...
jelas saya akan membicarakan urusan cinta...
yang lebih tidak mampu lagi ku pahami..
akumeyakini pernah meyakini, hmm rasanya masih meyakini aku mencintai seseorang, ya, my Sunshine..
sejak dia pergi, aku yakin rasa itu tetap ada...
hanya saja, seiring waktu, aku mulai berhenti berharap..
mungkin, lebih menjadi realistis..
things change, people change, i am change... he change...
but not anything that i have about him.
2 bingkai foto yang berisi foto kami tak bergeser sedikit pun dari tempatnya.
slideshow foto-foto kami di laptop tetap menampilkan kenangan-kenangan yang entah kapan aku akan merelakannya..
ringtone handphone ku, masih lagu kenangan darinya..
video-video, chat-chat kami yang tertinggal, tak akan terusik..
boneka Sunshine ku, masih yg selalu ku peluk dan ku cium..
doa ku, masih berisi namanya..
he's still my favorite...
tapi itu semua sudah tidak lagi menyakiti ku....
i am happy now...
aku senang dengan segala perubahan yang ku alami sekarang..
aku senang melihat perubahannya, dan mendoakan kebahagiaannya..
terlepas dari segala sakit, marah, sedih, kecewa atas perpisahan kami, aku senang karena mengalaminya.
tapi kesenangan itu akhirnya membingungkan.
terutama dengan kehadiran mereka.
Mereka yang berusaha mengisi sesuatu di diriku yang mungkin terlihat kosong di mata mereka.
aku kebingungan, karena tidak tahu harus bagaimana membalas niat baik mereka.
aku kebingungan, karena tidak tahu harus ku apakan perasaan ku pada dia.
aku kebingungan karena terlalu sering kudapati diriku tidak bisa merasakan apa-apa.
bahkan saat aku tertawa-tawa
bahkan saat akhirnya aku bisa menangis.
kebahagiaan ini mebingungkan.
dan mulai menakutiku.
aku sendiri, percaya memiliki hati, namun sangat kesulitan sendiri untuk memahaminya.
terutama akhir-akhir ini...
bicara soal hati, yah, aku tidak akan jauh-jauh...
jelas saya akan membicarakan urusan cinta...
yang lebih tidak mampu lagi ku pahami..
aku
sejak dia pergi, aku yakin rasa itu tetap ada...
hanya saja, seiring waktu, aku mulai berhenti berharap..
mungkin, lebih menjadi realistis..
things change, people change, i am change... he change...
but not anything that i have about him.
2 bingkai foto yang berisi foto kami tak bergeser sedikit pun dari tempatnya.
slideshow foto-foto kami di laptop tetap menampilkan kenangan-kenangan yang entah kapan aku akan merelakannya..
ringtone handphone ku, masih lagu kenangan darinya..
video-video, chat-chat kami yang tertinggal, tak akan terusik..
boneka Sunshine ku, masih yg selalu ku peluk dan ku cium..
doa ku, masih berisi namanya..
he's still my favorite...
tapi itu semua sudah tidak lagi menyakiti ku....
i am happy now...
aku senang dengan segala perubahan yang ku alami sekarang..
aku senang melihat perubahannya, dan mendoakan kebahagiaannya..
terlepas dari segala sakit, marah, sedih, kecewa atas perpisahan kami, aku senang karena mengalaminya.
tapi kesenangan itu akhirnya membingungkan.
terutama dengan kehadiran mereka.
Mereka yang berusaha mengisi sesuatu di diriku yang mungkin terlihat kosong di mata mereka.
aku kebingungan, karena tidak tahu harus bagaimana membalas niat baik mereka.
aku kebingungan, karena tidak tahu harus ku apakan perasaan ku pada dia.
aku kebingungan karena terlalu sering kudapati diriku tidak bisa merasakan apa-apa.
bahkan saat aku tertawa-tawa
bahkan saat akhirnya aku bisa menangis.
kebahagiaan ini mebingungkan.
dan mulai menakutiku.
Posted in
on
07.01
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
i remember bout them.. think bout them.. see them.. and laugh with them..
trying to think, feel, sense love..
never succeed.
you.
do nothing, but make me feel everything, love...
trying to think, feel, sense love..
never succeed.
you.
do nothing, but make me feel everything, love...
Posted in
on
20.10
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Aku pernah mencintai seseorang...
dengan sangat.
dua kali...
tapi semuanya berakhir dengan pilihan mereka.
meninggalkan ku.
sendiri.
tidak peduli seberapa besar usahaku menunjukkan kepada mereka betapa aku sangat mencintainya..
mereka tetap pergi.
yang pertama, memilih untuk segera bersama wanita lain..
menyakitkan.
yang kedua, entahlah memilih tenggelam dalam idealismenya sendiri, i guess..
or maybe, simply he doesn't love me anymore..
entahlah.. yang jelas, itu juga menyakitkan...
aku tidak tahu, di antara mereka, cinta ku sempat tumbuh lebih besar kepada siapa....
yang aku tahu, saat aku jatuh cinta pada seseorang, maka aku akan sangat mencintainya.
benar-benar cinta.
yang aku tahu, aku telah dua kali terluka parah karena kehilangan.
menyakitkan.
entah yang mana yang lebih menyakitkan...
mungkin yang kedua.
cinta itu, tidak ada gunanya!
tidak berarti apa-apa jika mereka sudah tidak menginginkannya.
Posted in
on
23.02
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Happy birthday, Stranger!
Wow… Setahun itu sepertinya dak ada rasanya yah..
Tidak terasa, tapi selalu membawa banyak sekali perubahan…
Setahun yang lalu, aku sangat-sangat bahagia saat kamu berulang tahun, karena tanpa ku duga, aku bisa merayakannya bersamamu. Hanya berdua denganmu. Romantis, katamu…
Setahun sebelum ulang tahunmu setahun yang lalu, adalah waktu yang terasa sangat sebentar, namun membawa sangat banyak perubahan. Pada kamu. Pada aku. Pada kita.
Waktu yang terasa sangat sebentar, namun sangat melelahkan, tapi memberi banyak sekali pelajaran dan kebaikan.
Kemudian proses setahun setelah ulang tahunmu setahun yang lalu..
Waktu tetap membawa kita mengarungi banyak hal. Kita tetap berproses. Kamu tetap berproses. Aku tetap berproses.
Saya rasa kita, - kamu, dan juga aku- menjadi semakin baik…
Bersyukurlah!
Jangan pernah behenti bersyukur! Allah Maha Baik pada kita. Pada kamu, pada Aku.
Selamat berusia 24 tahun!
Segala doa terbaik selalu terucap untukmu kapan pun…
Bahagia lah selalu! Tetaplah menjadi orang yang berhati mulia…
-----------------------
Belum selesai aku menuliskan ini, ada sms datang darimu…
Sebuah permintaan maaf. Balasan dari ucapan selamat ulang tahun yang aku kiriman untukmu.
Manis sekali..
:’)
Belum lagi selesai aku mencerna rasa haru ku, ibumu menelfonku…
Mewakilimu menyampaikan ucapan terima kasih atas paket kecil yang ku kirimkan untukmu melalui sahabat-sahabat mu…
Ah, seandainya saya bisa berada disana…
Kenapa bukan kamu yang menghubungiku?
Tapi berbicara dengan ibu mu, rasanya menyenangkan sekali… :’)
Segala perasaan bahagia ini… entah harus bagaimana lagi mengungkapkannya..
Alhamdulillah…
Oh ya, about the gifts…
Jadi, seperti yang ku ceritakan di surat yang ku sertakan di amplop biru itu, hadiah-hadiah itu hanya sebuah hadiah kecil… namun ku harap bisa mendatangkan banyak berkah dan kebahagiaan buatmu…
24 KARTU berisi lebih dari DUA LUSIN DOA yang ku kumpulkan dari 23 orang berbeda. Well, kartu yang ke 24 itu dariku.. ;)
Ku kirimkan bersama sebuah cheese cake yang semoga saja kamu suka…
Semoga kamu senang menerimanya. Dan semoga semua doa yang tercantum di sana, yang sesuai dengan keinginamu, dapat terkabul.
Amin.
-A-
Maros, 16 Juni 2013
To: ASAHappy birthday, Stranger!
Wow… Setahun itu sepertinya dak ada rasanya yah..
Tidak terasa, tapi selalu membawa banyak sekali perubahan…
Setahun yang lalu, aku sangat-sangat bahagia saat kamu berulang tahun, karena tanpa ku duga, aku bisa merayakannya bersamamu. Hanya berdua denganmu. Romantis, katamu…
Setahun sebelum ulang tahunmu setahun yang lalu, adalah waktu yang terasa sangat sebentar, namun membawa sangat banyak perubahan. Pada kamu. Pada aku. Pada kita.
Waktu yang terasa sangat sebentar, namun sangat melelahkan, tapi memberi banyak sekali pelajaran dan kebaikan.
Kemudian proses setahun setelah ulang tahunmu setahun yang lalu..
Waktu tetap membawa kita mengarungi banyak hal. Kita tetap berproses. Kamu tetap berproses. Aku tetap berproses.
Saya rasa kita, - kamu, dan juga aku- menjadi semakin baik…
Bersyukurlah!
Jangan pernah behenti bersyukur! Allah Maha Baik pada kita. Pada kamu, pada Aku.
Selamat berusia 24 tahun!
Segala doa terbaik selalu terucap untukmu kapan pun…
Bahagia lah selalu! Tetaplah menjadi orang yang berhati mulia…
-----------------------
Belum selesai aku menuliskan ini, ada sms datang darimu…
Sebuah permintaan maaf. Balasan dari ucapan selamat ulang tahun yang aku kiriman untukmu.
Manis sekali..
:’)
Belum lagi selesai aku mencerna rasa haru ku, ibumu menelfonku…
Mewakilimu menyampaikan ucapan terima kasih atas paket kecil yang ku kirimkan untukmu melalui sahabat-sahabat mu…
Ah, seandainya saya bisa berada disana…
Kenapa bukan kamu yang menghubungiku?
Tapi berbicara dengan ibu mu, rasanya menyenangkan sekali… :’)
Segala perasaan bahagia ini… entah harus bagaimana lagi mengungkapkannya..
Alhamdulillah…
Oh ya, about the gifts…
Jadi, seperti yang ku ceritakan di surat yang ku sertakan di amplop biru itu, hadiah-hadiah itu hanya sebuah hadiah kecil… namun ku harap bisa mendatangkan banyak berkah dan kebahagiaan buatmu…
24 KARTU berisi lebih dari DUA LUSIN DOA yang ku kumpulkan dari 23 orang berbeda. Well, kartu yang ke 24 itu dariku.. ;)
Ku kirimkan bersama sebuah cheese cake yang semoga saja kamu suka…
Semoga kamu senang menerimanya. Dan semoga semua doa yang tercantum di sana, yang sesuai dengan keinginamu, dapat terkabul.
Amin.
-A-
Posted in
on
23.00
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Ini cerita yang panjang...
Karena seharusnya beberapa hal yang akan tertuang disini memiliki judulnya masing-masing...
Tapi karena untukku, agar bisa bercerita disini aku memerlukan "perasaan yang cukup", maka baru sekarang lah aku bisa mencoba menceritakannya...
Ya, sejak beberapa peristiwa yang lalu, perasaanku cenderung berlebih...
Sesekali terlalu senang, dan yang paling sering, terlalu tidak tahu apa yang sebenarnya ku rasa...
Setidaknya, keadaan itu juga tidak ku kenali sebagai sebuah sedih...
Jadi, setelah banyak peristiwa, apakah sebenarnya aku masih bisa merasa?
Tentu saja...
Kebanyakan rasa itu ku kenal sebagai sebuah syukur..
Mari, ku perkenalkan padanya..
--- Aku, 7 tahun silam...
ABG yang serba penasaran... sangat excited menyambut hal yang sangat megah saat itu, bangku SMA...
Sangat bersemangat.. karena yakin dengan melangkahnya kaki ku ke dalam gerbang SMA, hidupku pun akan melangkah ke sebuah babak baru...
Dan babak baru yang paling ku tunggu adalah yang bercerita tentang cinta...
Sangat anak SMA, bukan? :)
Kalian boleh menyalahkan semua sinetron-sinetron dan cerita turun temurun itu, yang terus mewariskan petuahnya bahwa "masa SMA adalah masa-masa terindah dalam hidup, masa untuk bercinta.."
aku adalah salah satu korbannya.. :))
Dan ku temukan cinta pertamaku pada tahun pertamaku di sana...
Sesosok yang nyaris sempurna (sebenarnya di mata ku dia sempurna, tapi akal ku masih sehat karena masih meyakini tidak ada mahluk yang sempurna) dan ia memang tidak sempurna...
Ia adalah kesempurnaan yang bertahta di atas sebuah kekurangan yang kami sebut sebagai "perbedaan yang paling mendasar".
Aku memiliknya, setidaknya selama hampir 2 tahun terakhirku disana...
Saat itu aku bahagia, saat itu aku bertemu syukur, tapi tidak tertarik untuk mengenalnya lebih jauh... hanya berlalu begitu saja... aku terlalu mabuk cinta untuk sudi mengalihkan perhatian mengenal hal lain...
Seiring akan berakhirnya masa SMA ku, cinta pertamaku beranjak meninggalkanku...
aku berkenalan pada sebuah sakit.. ia datang, diantar oleh kurir yang bernama patah hati...
Patah hatiku yang pertama, 5 tahun silam...
aku sudah tidak ingat pernah bertemu syukur...
--- Aku, 4 tahun silam...
Gadis yang patah hati.... terlalu patah hati hingga tak berharap bisa move on...
Saat itu, aku sudah berada pada sebuah lingkungan yang baru lagi... Sebuah babak hidup baru...
Aku perlahan menyadari, harusnya suasana hatiku juga sudah baru...
Tapi aku terlalu lelah untuk memaksanya berubah..
Kemudian aku mengenal seseorang melalui facebook..
Ia lucu, mengingatkanku kembali bagaimana caranya tertawa....
Tidak, awalnya ia tidak sespesial itu hingga bisa membuatku langsung jatuh cinta...
Tapi ada sebuah keyakinan yang berbisik dalam hatiku sejak awal, bahwa "ia tidak hadir begitu saja dalam hidupmu".
dan seiring waktu, ia membuktikan ternyata ia memang spesial...
Aku jatuh cinta padanya, kami saling jatuh cinta..
saat itu aku teringat syukur, dan sangat merasakan kehadirannya...
aku bersyukur karena memilikinya...
bagiku ia adalah "my sunshine" sinar mentari yang menerangi dan menghangatkan lagi hatiku yang terlalu lama gelap dan dingin...
Dua tahun lebih kami bersama...
Tiap hari aku jatuh cinta padanya...
Cintaku semakin besar seiring dengan rasa takut ku akan kehilangannya...
Ia adalah sosok yang sangat sempurna dengan caranya yang sederhana...
Meskikadang (sebenarnya) sering sunhshine-ku tertutup awan...
saat kami bertengkar, saat aku terlalu menjengkelkan...
Aku mencintainya... sangat mencintainya...
dengan sombongnya aku berani membangun mimpi-mimpiku bersamanya, dan menceritakan semuanya padanya... Ia menyambutnya dengan senang hati... Semua sudah tertata rapi.. Rasanya semuanya begitu sempurna.
Tapi ternyata cinta ku juga bersinergi dengan ego ku.. semakin aku mencintainya, semakin tinggi ego ku...
Hal itu membuat sunshine-ku semakin sering tertutup awan...
Dan aku tak kunjung menyadarinya.. malah semakin menjadi-jadi...
hingga saat ku sadari, sinar-nya sudah nyaris hilang...
Aku panik, ku pikir aku berusaha memperbaiki semuanya, namun ternyata yang ku lakukan hanya memperparah keadaan..
hingga akhirnya, aku kehilangan sunshine-ku...
Aku kehilangan hal terbaik yang pernah ku miliki dalam hidupku hingga hari ini...
Patah hatiku yang kedua, 1 tahun 4 bulan silam...
Dimana syukur? Entalah, mugkin ia juga meninggalkanku...
--- Aku, hari ini...
Apa kabar, aku hari ini?
Seperti ini lah, sudah tidak sedih, meski masih sulit memahami perasaan sendiri... :))
Setelah kehilanganku yang kedua itu, aku hancur...
aku kembali ke hari-hari ku yang gelap...
hari-hari yang ku takuti...
aku lagi-lagi dijumpai oleh sakit... sakit karena kehilangan...
sakit yang sangat mengerikan...
Aku mendapati lagi diriku tersiksa akan rindu, kesendirian, kesepian, dan kenangan...
Lagi-lagi aku berada di sana, di malam-malam aku menangis hingga tertidur, kemudian melihatnya dalam mimpi, lalu terbangun di tengah malam, dan mulai menangis lagi hingga kembali tertidur lagi...
hari-hari dimana teman-temanku kadang mendapatiku menangis di tengah-tengah kegiatan kami...
Pernah sekali, aku terpaksa meninggalkan kuliah, dan berlari ke tempat parkir, mengurung diri dalam mobil yang tidak ku nyalakan mesinnya untuk menangis.
menangis sejadi-jadinya.
Ya, kehilangan orang yang kau cintai akan berakibat seperti itu...
akan sesakit itu, semenyiksa itu, semengerikan itu...
Dimana syukur?
Oh, itu dia, ia datang.. mendekati ku perlahan...
Kau tahu? dengan segala kebodohan yang kumiliki, dan ku lakukan di masa lalu, ternyata Tuhan masih menyayangi ku...
Hatiku menyembuhkan dirinya perlahan...
Belajar memahami, mencoba menerima, bersabar, dan berusaha ikhlas...
Mungkin ini yang disebut hidayah, tapi aku lebih suka menyebutnya, Tuhan menyayangiku...
Dan tahukah kau bagaimana rasanya? tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata...
mungkin itu sebabnya aku sulit mengerti perasaanku sendiri saat ini...
Biar ku coba jelaskan...
Saat aku terpuruk itu, Tuhan menakdirkan kaki ku melangkah mendekati-Nya...
(ya, aku tahu, aku sangat beruntung)
Mendekatkan diri pada-Nya, curhat habis-habisaan dengan-Nya, meminta petunjuk-Nya, dan terlebih memohon ampunan-Nya...
Rasa nikmat yang ku alami saat aku bersujud menangis memohon pada-Nya itu lah yang menghapus rasa sakit ku....
Rasa itu digantikan oleh syukur...
Syukur memenuhi hatiku....
Aku merasa sangat beruntung dan sangat bersyukur karena ternyata Tuhan begitu menyayangiku...
Ia memperlihatkan padaku segala hikmah dari kehilanganku...
hingga akhirnya, aku bersyukur telah mengalami segala penderitaan akibat kehilangan itu...
Ia memperlihatkan padaku cinta yang sebenar-benarnya cinta...
Cinta dari kedua orang tua ku...
Dua orang yang membuat hatiku berbisik, bahwa tujuan terbesar hidupku adalah membahagiakan mereka..
Cinta dari keluarga, yang dengan caranya sendiri selalu menghangatkan hatiku...
Cinta dari sahabat-sahabat ku, yang menyediakan obat penawar sakit dari tawa-tawa yang tercipta bersama mereka... yang merelakan telinganya panas mendengarkan keluh kesah ku, kemudian dengan sabar menasehatiku..
Cinta-Nya yang membuatku mengalami semua ini.
Aku belajar memahami segalanya, hingga akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan, ini lah hidup..
tentang bagaimana kita berproses, dan sebanyak apa kita mampu meraih hikmah dari proses itu...
Ini lah hidup. yang segalanya telah ditentukan oleh-Nya...
maka apa lagi yang harus aku khawatirkan?
aku hanya harus berhati-hati dalam menjalaninya..
Aku mendapatkan sebuah pemahaman yang sangat-sangat bermakna...
dan syukur memenuhi hatiku...
Dan sebagaimana layaknya segala jenis pelajaran, saat kita merasa telah paham, maka saat itu saatnya kita diuji, bukan?
Aku tahu itu...
Dan saat ini lah, aku sedang diuji...
--- Aku, hari ini...
Seseorang hadir...
Mendengarkan ceritaku, berbagi ceritanya, mengajakku berbagi tawa...
kehadirannya menghadirkan warna baru di hatiku...
bisa jadi itu cinta, tapi aku tidak mau terburu-buru menilainya...
Ia paham aku baru saja terluka..
Ia tahu, aku belum sembuh...
Tapi menurutnya, ia gagal untuk melawan rasanya padaku...
Ia sebut itu cinta...
Bagaimana dengan ku? cinta kah aku padanya?
Entahlah, sampai saat ini aku juga belum yakin..
Yang aku tahu, rasanya menyenangkan tiap bersamanya, saat ia jauh, aku rindu berbagi tawa dengannya...
Dan aku menikmati lonjakan-lonjakan listrik yang menggelitik hatiku tiap bersamanya...
Mungkin sebenarnya itu adalah cinta...
Masalahnya adalah aku sedang tidak ingin fokus ke hal itu..
aku ingin tetap disayang Tuhan...
dan memperbaiki banyak hal pada diriku...
Aku sudah menyampaikan hal itu padanya...
dan dia memahaminya...
tapi dia tidak menjauh... kami malah semakin dekat...
Ah, cobaannya semakin berat...
Lalu, dimana syukur?
Ia masih disini, masih tak henti-hentinya memenuhi hatiku tiap aku mengingat segala apa yang ku tuliskan disini....
Aku ingin ia tetap disana.. aku ingin tetap selalu bisa bersyukur....
Jadi, sudah ikhlas kah aku, akan kehilangan yang sebelumnya?
aku tidak berani meng-klaim nya...
aku masih belajar....
dan aku sangat bersyukur....
Ini semua, rasanya manis sekali...
Bagaimana dengan Sunshine, sudah lupa kah aku padanya?
Tidak, tentu saja tidak....
Aku justru sangat berterima kasih padanya....
Tanpa kehadirannya, aku tak akan mengalami semua ini....
Seseorang itu, bagaimana dengannya?
Cinta kah aku padanya?
Lagi-lagi aku tidak tahu, atau mungkin sebenarnya aku cinta, tapi belum mau mengakuinya..
Entahlah... aku belum bisa menceritakannya sekarang...
Tunggu saja! ;)
Karena seharusnya beberapa hal yang akan tertuang disini memiliki judulnya masing-masing...
Tapi karena untukku, agar bisa bercerita disini aku memerlukan "perasaan yang cukup", maka baru sekarang lah aku bisa mencoba menceritakannya...
Ya, sejak beberapa peristiwa yang lalu, perasaanku cenderung berlebih...
Sesekali terlalu senang, dan yang paling sering, terlalu tidak tahu apa yang sebenarnya ku rasa...
Setidaknya, keadaan itu juga tidak ku kenali sebagai sebuah sedih...
Jadi, setelah banyak peristiwa, apakah sebenarnya aku masih bisa merasa?
Tentu saja...
Kebanyakan rasa itu ku kenal sebagai sebuah syukur..
Mari, ku perkenalkan padanya..
--- Aku, 7 tahun silam...
ABG yang serba penasaran... sangat excited menyambut hal yang sangat megah saat itu, bangku SMA...
Sangat bersemangat.. karena yakin dengan melangkahnya kaki ku ke dalam gerbang SMA, hidupku pun akan melangkah ke sebuah babak baru...
Dan babak baru yang paling ku tunggu adalah yang bercerita tentang cinta...
Sangat anak SMA, bukan? :)
Kalian boleh menyalahkan semua sinetron-sinetron dan cerita turun temurun itu, yang terus mewariskan petuahnya bahwa "masa SMA adalah masa-masa terindah dalam hidup, masa untuk bercinta.."
aku adalah salah satu korbannya.. :))
Dan ku temukan cinta pertamaku pada tahun pertamaku di sana...
Sesosok yang nyaris sempurna (sebenarnya di mata ku dia sempurna, tapi akal ku masih sehat karena masih meyakini tidak ada mahluk yang sempurna) dan ia memang tidak sempurna...
Ia adalah kesempurnaan yang bertahta di atas sebuah kekurangan yang kami sebut sebagai "perbedaan yang paling mendasar".
Aku memiliknya, setidaknya selama hampir 2 tahun terakhirku disana...
Saat itu aku bahagia, saat itu aku bertemu syukur, tapi tidak tertarik untuk mengenalnya lebih jauh... hanya berlalu begitu saja... aku terlalu mabuk cinta untuk sudi mengalihkan perhatian mengenal hal lain...
Seiring akan berakhirnya masa SMA ku, cinta pertamaku beranjak meninggalkanku...
aku berkenalan pada sebuah sakit.. ia datang, diantar oleh kurir yang bernama patah hati...
Patah hatiku yang pertama, 5 tahun silam...
aku sudah tidak ingat pernah bertemu syukur...
--- Aku, 4 tahun silam...
Gadis yang patah hati.... terlalu patah hati hingga tak berharap bisa move on...
Saat itu, aku sudah berada pada sebuah lingkungan yang baru lagi... Sebuah babak hidup baru...
Aku perlahan menyadari, harusnya suasana hatiku juga sudah baru...
Tapi aku terlalu lelah untuk memaksanya berubah..
Kemudian aku mengenal seseorang melalui facebook..
Ia lucu, mengingatkanku kembali bagaimana caranya tertawa....
Tidak, awalnya ia tidak sespesial itu hingga bisa membuatku langsung jatuh cinta...
Tapi ada sebuah keyakinan yang berbisik dalam hatiku sejak awal, bahwa "ia tidak hadir begitu saja dalam hidupmu".
dan seiring waktu, ia membuktikan ternyata ia memang spesial...
Aku jatuh cinta padanya, kami saling jatuh cinta..
saat itu aku teringat syukur, dan sangat merasakan kehadirannya...
aku bersyukur karena memilikinya...
bagiku ia adalah "my sunshine" sinar mentari yang menerangi dan menghangatkan lagi hatiku yang terlalu lama gelap dan dingin...
Dua tahun lebih kami bersama...
Tiap hari aku jatuh cinta padanya...
Cintaku semakin besar seiring dengan rasa takut ku akan kehilangannya...
Ia adalah sosok yang sangat sempurna dengan caranya yang sederhana...
Meski
saat kami bertengkar, saat aku terlalu menjengkelkan...
Aku mencintainya... sangat mencintainya...
dengan sombongnya aku berani membangun mimpi-mimpiku bersamanya, dan menceritakan semuanya padanya... Ia menyambutnya dengan senang hati... Semua sudah tertata rapi.. Rasanya semuanya begitu sempurna.
Tapi ternyata cinta ku juga bersinergi dengan ego ku.. semakin aku mencintainya, semakin tinggi ego ku...
Hal itu membuat sunshine-ku semakin sering tertutup awan...
Dan aku tak kunjung menyadarinya.. malah semakin menjadi-jadi...
hingga saat ku sadari, sinar-nya sudah nyaris hilang...
Aku panik, ku pikir aku berusaha memperbaiki semuanya, namun ternyata yang ku lakukan hanya memperparah keadaan..
hingga akhirnya, aku kehilangan sunshine-ku...
Aku kehilangan hal terbaik yang pernah ku miliki dalam hidupku hingga hari ini...
Patah hatiku yang kedua, 1 tahun 4 bulan silam...
Dimana syukur? Entalah, mugkin ia juga meninggalkanku...
--- Aku, hari ini...
Apa kabar, aku hari ini?
Seperti ini lah, sudah tidak sedih, meski masih sulit memahami perasaan sendiri... :))
Setelah kehilanganku yang kedua itu, aku hancur...
aku kembali ke hari-hari ku yang gelap...
hari-hari yang ku takuti...
aku lagi-lagi dijumpai oleh sakit... sakit karena kehilangan...
sakit yang sangat mengerikan...
Aku mendapati lagi diriku tersiksa akan rindu, kesendirian, kesepian, dan kenangan...
Lagi-lagi aku berada di sana, di malam-malam aku menangis hingga tertidur, kemudian melihatnya dalam mimpi, lalu terbangun di tengah malam, dan mulai menangis lagi hingga kembali tertidur lagi...
hari-hari dimana teman-temanku kadang mendapatiku menangis di tengah-tengah kegiatan kami...
Pernah sekali, aku terpaksa meninggalkan kuliah, dan berlari ke tempat parkir, mengurung diri dalam mobil yang tidak ku nyalakan mesinnya untuk menangis.
menangis sejadi-jadinya.
Ya, kehilangan orang yang kau cintai akan berakibat seperti itu...
akan sesakit itu, semenyiksa itu, semengerikan itu...
Dimana syukur?
Oh, itu dia, ia datang.. mendekati ku perlahan...
Kau tahu? dengan segala kebodohan yang kumiliki, dan ku lakukan di masa lalu, ternyata Tuhan masih menyayangi ku...
Hatiku menyembuhkan dirinya perlahan...
Belajar memahami, mencoba menerima, bersabar, dan berusaha ikhlas...
Mungkin ini yang disebut hidayah, tapi aku lebih suka menyebutnya, Tuhan menyayangiku...
Dan tahukah kau bagaimana rasanya? tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata...
mungkin itu sebabnya aku sulit mengerti perasaanku sendiri saat ini...
Biar ku coba jelaskan...
Saat aku terpuruk itu, Tuhan menakdirkan kaki ku melangkah mendekati-Nya...
(ya, aku tahu, aku sangat beruntung)
Mendekatkan diri pada-Nya, curhat habis-habisaan dengan-Nya, meminta petunjuk-Nya, dan terlebih memohon ampunan-Nya...
Rasa nikmat yang ku alami saat aku bersujud menangis memohon pada-Nya itu lah yang menghapus rasa sakit ku....
Rasa itu digantikan oleh syukur...
Syukur memenuhi hatiku....
Aku merasa sangat beruntung dan sangat bersyukur karena ternyata Tuhan begitu menyayangiku...
Ia memperlihatkan padaku segala hikmah dari kehilanganku...
hingga akhirnya, aku bersyukur telah mengalami segala penderitaan akibat kehilangan itu...
Ia memperlihatkan padaku cinta yang sebenar-benarnya cinta...
Cinta dari kedua orang tua ku...
Dua orang yang membuat hatiku berbisik, bahwa tujuan terbesar hidupku adalah membahagiakan mereka..
Cinta dari keluarga, yang dengan caranya sendiri selalu menghangatkan hatiku...
Cinta dari sahabat-sahabat ku, yang menyediakan obat penawar sakit dari tawa-tawa yang tercipta bersama mereka... yang merelakan telinganya panas mendengarkan keluh kesah ku, kemudian dengan sabar menasehatiku..
Cinta-Nya yang membuatku mengalami semua ini.
Aku belajar memahami segalanya, hingga akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan, ini lah hidup..
tentang bagaimana kita berproses, dan sebanyak apa kita mampu meraih hikmah dari proses itu...
Ini lah hidup. yang segalanya telah ditentukan oleh-Nya...
maka apa lagi yang harus aku khawatirkan?
aku hanya harus berhati-hati dalam menjalaninya..
Aku mendapatkan sebuah pemahaman yang sangat-sangat bermakna...
dan syukur memenuhi hatiku...
Dan sebagaimana layaknya segala jenis pelajaran, saat kita merasa telah paham, maka saat itu saatnya kita diuji, bukan?
Aku tahu itu...
Dan saat ini lah, aku sedang diuji...
--- Aku, hari ini...
Seseorang hadir...
Mendengarkan ceritaku, berbagi ceritanya, mengajakku berbagi tawa...
kehadirannya menghadirkan warna baru di hatiku...
bisa jadi itu cinta, tapi aku tidak mau terburu-buru menilainya...
Ia paham aku baru saja terluka..
Ia tahu, aku belum sembuh...
Tapi menurutnya, ia gagal untuk melawan rasanya padaku...
Ia sebut itu cinta...
Bagaimana dengan ku? cinta kah aku padanya?
Entahlah, sampai saat ini aku juga belum yakin..
Yang aku tahu, rasanya menyenangkan tiap bersamanya, saat ia jauh, aku rindu berbagi tawa dengannya...
Dan aku menikmati lonjakan-lonjakan listrik yang menggelitik hatiku tiap bersamanya...
Mungkin sebenarnya itu adalah cinta...
Masalahnya adalah aku sedang tidak ingin fokus ke hal itu..
aku ingin tetap disayang Tuhan...
dan memperbaiki banyak hal pada diriku...
Aku sudah menyampaikan hal itu padanya...
dan dia memahaminya...
tapi dia tidak menjauh... kami malah semakin dekat...
Ah, cobaannya semakin berat...
Lalu, dimana syukur?
Ia masih disini, masih tak henti-hentinya memenuhi hatiku tiap aku mengingat segala apa yang ku tuliskan disini....
Aku ingin ia tetap disana.. aku ingin tetap selalu bisa bersyukur....
Jadi, sudah ikhlas kah aku, akan kehilangan yang sebelumnya?
aku tidak berani meng-klaim nya...
aku masih belajar....
dan aku sangat bersyukur....
Ini semua, rasanya manis sekali...
Bagaimana dengan Sunshine, sudah lupa kah aku padanya?
Tidak, tentu saja tidak....
Aku justru sangat berterima kasih padanya....
Tanpa kehadirannya, aku tak akan mengalami semua ini....
Seseorang itu, bagaimana dengannya?
Cinta kah aku padanya?
Lagi-lagi aku tidak tahu, atau mungkin sebenarnya aku cinta, tapi belum mau mengakuinya..
Entahlah... aku belum bisa menceritakannya sekarang...
Tunggu saja! ;)
Posted in
on
18.09
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
may i have you??
like my dream last night...
i miss you..
i want you.. only you..
STILL you..
like my dream last night...
i miss you..
i want you.. only you..
STILL you..
Posted in
on
07.14
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
DAMN !!!!!!!!
I think i love him!!!
new love, grow quickly up on my heart...
in this so unstable condition of my heart!!!!!
HOW DARE HE IS!!!!!!!!
what should i do????
the problems is..
1. i'm not 100% move on yet...!!!
2. hell !!! i don't wanna being in relationship again!!!! unless he ask me to marry him.. but, helloo?? are you insane????
3. i do have feeling for him... i'm pretty sure i almost can't handle this feeling anymore!
God.... sy harus bagaimana???
jd teringat kalimat ini...
" tak mengapa sakit, jika itu demi Allah.."
God, mohon kuatkan sy..
ternyata cobaan-Mu cukup berat..
Bimbing hamba, tunjukkan jalan-Mu, dan kuatkan lah hamba...
Posted in
on
03.43
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Tampan dalam kesederhanaannya...
seperti itu gambaranmu dimataku..
Tuhan sangat baik, mempertemukanku denganmu...
menumbuhkan cinta dihatiku dan dihatimu...
dulu...
Semakin mendekatkan diri pada Tuhan, semakin tampan...
seperti itu gambaranmu dimataku...
Tuhan sangat menyayangiku, mengabulkan doaku yang sempat sudah terlupa...
melihatmu semakin mencintai-Nya...
kini....
Nikmat bukan, hidayah-Nya?
aku rasa aku mendapatkannya saat aku kehilanganmu...
hingga diam-diam, meski aku menangis, meski aku sangat merindukanmu, meski aku tetap mencintaimu, hatiku bersyukur kita putus..
dan berharap suatu hari kau juga menikmatinya...
sekarang jelas, aku boleh GR bahwa salah satu doa ku telah dikabulkan, bukan?
Jadi meski kita seperti ini sekarang...
aku dengan rasa cintaku yang tak pernah padam untukmu...
dan kamu yang mungkin telah benar-benar kehilangan rasamu padaku...
aku merindukanmu, tapi juga mencintai kita yang sekarang..
Cinta ini akan tetap ada...
selama Sang Maha Cinta menginginkannya tetap ada...
seperti itu gambaranmu dimataku..
Tuhan sangat baik, mempertemukanku denganmu...
menumbuhkan cinta dihatiku dan dihatimu...
dulu...
Semakin mendekatkan diri pada Tuhan, semakin tampan...
seperti itu gambaranmu dimataku...
Tuhan sangat menyayangiku, mengabulkan doaku yang sempat sudah terlupa...
melihatmu semakin mencintai-Nya...
kini....
Nikmat bukan, hidayah-Nya?
aku rasa aku mendapatkannya saat aku kehilanganmu...
hingga diam-diam, meski aku menangis, meski aku sangat merindukanmu, meski aku tetap mencintaimu, hatiku bersyukur kita putus..
dan berharap suatu hari kau juga menikmatinya...
sekarang jelas, aku boleh GR bahwa salah satu doa ku telah dikabulkan, bukan?
Jadi meski kita seperti ini sekarang...
aku dengan rasa cintaku yang tak pernah padam untukmu...
dan kamu yang mungkin telah benar-benar kehilangan rasamu padaku...
aku merindukanmu, tapi juga mencintai kita yang sekarang..
Cinta ini akan tetap ada...
selama Sang Maha Cinta menginginkannya tetap ada...
Posted in
on
00.33
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Untukmu, Ayah Ibu...
Maafkanlah anakmu ini, yang masih saja selalu menyusahkanmu...
Yang masih sering lupa menjaga kata-kata dan sikapnya agar tidak menyakitimu...
Yang masih suka menuntut segala macam hal padamu..
Maafkan aku Ayah... Maafkan aku Ibu...
Sesungguhnya ada rasa sangat berdosa dan sesal yang menghimpit tiap kali aku menyadarinya...
Semakin menyesakkan karena aku menyadari seharusnya aku tak perlu merasakan sesal itu jika aku adalah anak yang baik...
Maafkan anakmu....
Terima kasih Ayah, terima kasih Ibu...
Kasihmu begitu nyata terpancar dalam tatapanmu....
Pelukmu selalu nyaman menghilangkan segala gundahku...
Begitu menggetarkan hati...
Segala jerih payah, keringat, air mata, doa, semangat, dan nasihat...
dengan apa sanggup ku balas?
Tak ada....
Maka aku berhutang padamu, Ayah dan Ibu ku sayang...
I owe you happiness for the rest of your life.
Mohon doa dan restu mu, Ayah dan Ibu ku sayang...
Semoga Allah selalu menuntun jalanku, agar sanggup kubayarkan hutangku padamu...
Terus doakan anakmu ini, agar di akhirat kelak pun, aku mampu menjadi salah satu alasan sehingga Allah menghadiahkan Surga-Nya pada kalian...
I love you, Dad.... I love you, Mom...
Kalian adalah anugerah terindah yang ku miliki...
Maafkanlah anakmu ini, yang masih saja selalu menyusahkanmu...
Yang masih sering lupa menjaga kata-kata dan sikapnya agar tidak menyakitimu...
Yang masih suka menuntut segala macam hal padamu..
Maafkan aku Ayah... Maafkan aku Ibu...
Sesungguhnya ada rasa sangat berdosa dan sesal yang menghimpit tiap kali aku menyadarinya...
Semakin menyesakkan karena aku menyadari seharusnya aku tak perlu merasakan sesal itu jika aku adalah anak yang baik...
Maafkan anakmu....
Terima kasih Ayah, terima kasih Ibu...
Kasihmu begitu nyata terpancar dalam tatapanmu....
Pelukmu selalu nyaman menghilangkan segala gundahku...
Begitu menggetarkan hati...
Segala jerih payah, keringat, air mata, doa, semangat, dan nasihat...
dengan apa sanggup ku balas?
Tak ada....
Maka aku berhutang padamu, Ayah dan Ibu ku sayang...
I owe you happiness for the rest of your life.
Mohon doa dan restu mu, Ayah dan Ibu ku sayang...
Semoga Allah selalu menuntun jalanku, agar sanggup kubayarkan hutangku padamu...
Terus doakan anakmu ini, agar di akhirat kelak pun, aku mampu menjadi salah satu alasan sehingga Allah menghadiahkan Surga-Nya pada kalian...
I love you, Dad.... I love you, Mom...
Kalian adalah anugerah terindah yang ku miliki...
Posted in
on
05.50
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Aku sedang berpikir...
tentang apa yang sebenarnya ku rasakan sekarang, apa yang ku inginkan, dan apa yang harus ku lakukan...
tentang kamu....
Kemudian dalam sholatku, hatiku berbisik...
"Bukankah semuanya sudah kau serahkan pada-Nya? Mengapa harus bingung? Mengapa harus khawatir? Ia pasti mendengarkan dan mengabulkan doamu... Itulah mengapa semuanya seperti sekarang...
Jika dia memang jodohmu, maka bersabarlah hingga tiba saatnya kalian menyatu....
Jika bukan, maka bersabarlah hingga jodohmu yang sebenarnya menghampirimu..."
dan aku pun tersenyum kembali...
Lalu...
Sesuatu yang tak terduga membawaku membuka kembali catatan-catatan lama ku untukmu...
catatan-catatan ketika kita masih saling jatuh cinta....
Kau tersenyum, kau bahagia, dan aku bahagia saat itu....
dan kini aku merindukan saat itu
jika saja kita bisa saling jatuh cinta kembali....
Tiga hari sebelumnya, aku menulis sebuah catatan lain tentang betapa sesungguhnya aku bersyukur karena kehadiranmu di hidupku...
Sejak kau hadir, bagiku kau adalah cahaya...
My Sunshine...
Dan waktu terus berjalan dan berlalu...
Aku mencintaimu, kau mencintaiku...
Kita tertawa, kita bertengkar, kita bercanda, kita saling menjengkelkan...
aku terus mencintaimu, dan semakin mencintaimu...
Dan aku terlanjur tahu seperti apa sakit karena kehilangan...
menakutkan... menyakitkan..
maka ku buat lagi sebuah catatan, yang mungkin adalah sebuah firasat...
entahlah...
Catatan itu ku tulis saat masih bersamamu, berdasarkan pengalaman yang lalu...
Siapa yang menduga, kini aku mengalaminya kembali padamu...
Keduanya memberikan rasa tersendiri, namun tetap saja rasa itu bernama sakit....
Meski aku tidak setuju dengan kalimat penutupnya...
karena akhirnya aku belajar, hidup ini justru sangat adil...
I beg you don't leave me...
Pernahkah kau membaca catatan itu?
Apakah seharusnya waktu itu aku memperlihatkannya padamu?
akankah menghasilkan sesuatu yang berbeda?
Siapa yang menduga, saat aku sedang ragu akan perasaanku, akan apa yang harus ku lakukan, seseorang yang tak terduga, yang merupakan bagian dari masa lalu, membawaku mengingat kembali akan catatan-catatan untukmu, yang aku pun sudah melupakannya?
I guess,
The universe doesn't let me let you go, my dear...
Aku sedang berpikir...
tentang apa yang sebenarnya ku rasakan sekarang, apa yang ku inginkan, dan apa yang harus ku lakukan...
tentang kamu....
Kemudian dalam sholatku, hatiku berbisik...
"Bukankah semuanya sudah kau serahkan pada-Nya? Mengapa harus bingung? Mengapa harus khawatir? Ia pasti mendengarkan dan mengabulkan doamu... Itulah mengapa semuanya seperti sekarang...
Jika dia memang jodohmu, maka bersabarlah hingga tiba saatnya kalian menyatu....
Jika bukan, maka bersabarlah hingga jodohmu yang sebenarnya menghampirimu..."
dan aku pun tersenyum kembali...
Lalu...
Sesuatu yang tak terduga membawaku membuka kembali catatan-catatan lama ku untukmu...
catatan-catatan ketika kita masih saling jatuh cinta....
lagi.lagi terimakasih :)
dia hanya trus berusaha bersinar di hati yg terlalu lama mendung...
dia hanya terus berusaha membawa keceriaan untuk tawa yang lupa akan ceria..
dia hanya berusaha membuat lupa apa yang seharusnya tak diingat..
dia hanya membawa cinta yang segar untuk hati yang gersang..
dia hanya lelaki sederhana dengan senyuman tulus yang teramat luar biasa..
he is my sunshine..
he is ANDI SURYA ANUGRAH...
^__^
dia hanya terus berusaha membawa keceriaan untuk tawa yang lupa akan ceria..
dia hanya berusaha membuat lupa apa yang seharusnya tak diingat..
dia hanya membawa cinta yang segar untuk hati yang gersang..
dia hanya lelaki sederhana dengan senyuman tulus yang teramat luar biasa..
he is my sunshine..
he is ANDI SURYA ANUGRAH...
^__^
Kau tersenyum, kau bahagia, dan aku bahagia saat itu....
dan kini aku merindukan saat itu
jika saja kita bisa saling jatuh cinta kembali....
Tiga hari sebelumnya, aku menulis sebuah catatan lain tentang betapa sesungguhnya aku bersyukur karena kehadiranmu di hidupku...
dan seandaix...
seandainya rasa tak pernah memaksa tuk memiliki..
seandainya bahagia tak menari di atas keegoisan..
seandainya bahagia tak seindah itu...
dan seandainya luka tak sesakit itu..
seandainya tak ada rasa yang terlalu..
seandainya tawa.tawa tak berlalu..
seandainya tak ada luka yang berbekas..
dan seandainya bayang.bayang itu tak trus menghantui..
seandainya dy tak pernah datang..
seandainya senyum tak sempat lagi hadir..
seandainya bahagia tak menggantikan penderitaan..
dan seandainya hari.hari esok tetap suram..
seandainya bahagia dapat sempurna..
seandainya rasa dapat meluap untuknya..
seandainya sakit tak trus menghantui..
dan seandainya tak ada yang terlanjur mati..
seandainya yang meneteskan lara dan seandainya yang bermandikan cahaya..
seandainya bahagia tak menari di atas keegoisan..
seandainya bahagia tak seindah itu...
dan seandainya luka tak sesakit itu..
seandainya tak ada rasa yang terlalu..
seandainya tawa.tawa tak berlalu..
seandainya tak ada luka yang berbekas..
dan seandainya bayang.bayang itu tak trus menghantui..
seandainya dy tak pernah datang..
seandainya senyum tak sempat lagi hadir..
seandainya bahagia tak menggantikan penderitaan..
dan seandainya hari.hari esok tetap suram..
seandainya bahagia dapat sempurna..
seandainya rasa dapat meluap untuknya..
seandainya sakit tak trus menghantui..
dan seandainya tak ada yang terlanjur mati..
seandainya yang meneteskan lara dan seandainya yang bermandikan cahaya..
Sejak kau hadir, bagiku kau adalah cahaya...
My Sunshine...
Dan waktu terus berjalan dan berlalu...
Aku mencintaimu, kau mencintaiku...
Kita tertawa, kita bertengkar, kita bercanda, kita saling menjengkelkan...
aku terus mencintaimu, dan semakin mencintaimu...
Dan aku terlanjur tahu seperti apa sakit karena kehilangan...
menakutkan... menyakitkan..
maka ku buat lagi sebuah catatan, yang mungkin adalah sebuah firasat...
entahlah...
..i beg don't leave me..
Mengetahui kau akan kehilangan orang yang sangat kau cintai adalah hal yang paling menyakitkan..
Kau akan berusaha menjaganya..Apapun itu caranya..Agar ia bisa (meski hanya) sedikit lebih lama bersamamu..
Kau tak akan segan memohon.. (mungkin)Demi apapun itu.. untuk menahannya di sisimu, saat waktunya tiba..
Puncak rasa sakitnya akan terasa.. Saat kau tersadar semuanya telah tidak mungkin.. Saat kau tersadar kau telah kalah.. Saat kau tersadar, ia, yang sangat kau cintai, telah mengambil keputusan untuk berhenti bertahan.. Saat kau tersadar tak akan ada lagi yang bisa kau lakukan..
Dan sakit itu yang akan menggantikannya bertahan denganmu.. Sangat lama.. Sangat banyak air mata..
Sangat banyak kata "mengapa" yang tak terjawab..
Belajar mengikhlaskannya adalah hal lain yang akan sangat sulit kau hadapi, dan tentu saja, sangat menyakitkan.. Karena kali ini, kau harus melawan dirimu sendiri.. Cintamu..
dan harus menyadari, mungkin suatu saat kau akan melupakannya, dan hal ini akan menjadi sebuah penyakit baru untukmu..
Karena kau tahu, kau tak akan pernah mau melupakannya..
Mungkin.. Hidup memang tidak pernah adil..
Catatan itu ku tulis saat masih bersamamu, berdasarkan pengalaman yang lalu...
Siapa yang menduga, kini aku mengalaminya kembali padamu...
Keduanya memberikan rasa tersendiri, namun tetap saja rasa itu bernama sakit....
Meski aku tidak setuju dengan kalimat penutupnya...
karena akhirnya aku belajar, hidup ini justru sangat adil...
I beg you don't leave me...
Pernahkah kau membaca catatan itu?
Apakah seharusnya waktu itu aku memperlihatkannya padamu?
akankah menghasilkan sesuatu yang berbeda?
Siapa yang menduga, saat aku sedang ragu akan perasaanku, akan apa yang harus ku lakukan, seseorang yang tak terduga, yang merupakan bagian dari masa lalu, membawaku mengingat kembali akan catatan-catatan untukmu, yang aku pun sudah melupakannya?
I guess,
The universe doesn't let me let you go, my dear...
Posted in
on
06.11
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Dan kenapa aku ditakdirkan mendapatkan sebuah berkah dihari yang sejak lama ku bayangkan akan ku isi dengan kesedihan?
Hari yang bahkan sempat ku harapkan tak kunjung tiba?
Ini semua karena Ia Maha Hebat dan Maha Sempurna dalam merencanakan segalanya...
Ini semua karena Ia Maha Tahu dan Maha Baik...
Ini semua karena Ia tak mengizinkanku bersedih...
Ini semua karena Allah menyayangiku...
Alhamdulillah.. :')
Hari yang bahkan sempat ku harapkan tak kunjung tiba?
Ini semua karena Ia Maha Hebat dan Maha Sempurna dalam merencanakan segalanya...
Ini semua karena Ia Maha Tahu dan Maha Baik...
Ini semua karena Ia tak mengizinkanku bersedih...
Ini semua karena Allah menyayangiku...
Alhamdulillah.. :')
Posted in
on
06.05
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Andi Amalia Ayu Pratiwi, S.Ked…
Yes ! I DID IT !!!!!!!
Alhamdulillahirabbilalamin…..
Setelah perjuangan yang sangat…..
Syukur yang tak terkira begitu terasa….
Rasa haru yang sangat terutama saat mengingat betapa ini
semua adalah hasil jerih payah dan doa kedua orang tuaku yang sangat kucintai….
Ini semua untuk mereka…
Ini keberhasilan mereka…
This is the power of DO, PRAY, BELIEVE + MAN SHABARA
ZHAFIRA…
This is the power of BELIEVING…
And thanks so much to
you…
The part of my journey…
Thanks for everything….
I wish you were there, celebrate it with me…
Thank you, my Sunshine….
Posted in
on
06.02
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Boleh kah aku melihat senyummu hari ini, my dear?
Senyum yang selama ini selalu kuharapkan menghiasi mimpiku…
Senyum yang jika aku beruntung melihatnya, membuatku sangat
bersyukur dan kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan mainan impiannya…
Senyum yang saat sangat kuidamkan melihatnya hanya dapat
kubasuh dengan air mata…
Maukah kau menatap ku hari ini, my dear?
Dengan tatapanmu yang memancarkan warna-warni seindah
pelangi…
Dengan sinar matamu yang seketika mampu membuat sayap-sayap
dihatiku mengepak tak terkendali menuju awan dan menari disana…
Tatapan yang selalu terbayang di mataku hingga ku terlelap…
Bolehkah aku merasakan hangat pelukmu lagi, my dear?
Peluk yang khas kamu… yang saaaaaaaangat erat namun lembut…
Peluk menenangkan yang selalu kudambakan…
Bolehkah my dear? Maukah kamu, my dear?
Ini tentang rinduku padamu, my dear…
Yang hari ini genap 365 hari ku nikmati….
Mengalir bersama darahku… menyatu dalam setiap sel tubuhku…
Untukmu my dear, rindu ini tak pernah habis…
Posted in
on
03.51
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
♬♪ what am I gonna do
when the best part of me was always you and..
What am I supposed to
say when I’m all chocked up and you’re okay.. ♬♪
So, how are you, my dear?
Hujan yang tak henti hari ini mengingatkan ku akan mu…
Karena seperti mu, matahari sepertinya lupa menampakkan
wajahnya… atau tidak peduli?
Tahukah kau? Hari ini
banyak yang merindukan matahari…
Seperti aku merindukanmu, Sunshine…
Tapi rindu mereka belum seberapa
Jika kau bandingkan dengan rinduku yang selalu ada, meski
tak lagi selalu ku sadari hadirnya..
Karena terlalu terbiasa… karena ia telah menjadi nafas…
karena ia telah larut dalam darah…
Ku kira aku akan kembali merengkuh matahari…
Ku kira hari-hari ku akan bermandikan cahaya lagi…
Ketika ku lihat tatapan dan senyum mu padaku di hari itu…
Tatapan yang seketika menjadi gravitasiku…
Senyum yang sekonyong-konyong mengingatkanku kembali akan
canduku..
Hari yang menjadi hadiah ulang tahun terindah dari Tuhan
untukku..
Kenyataannya kau semakin jauh…
Bagaimana mungkin saat pertemuan sudah kembali sering
terjadi, namun hati justru semakin merasakan jarak?
Aku tak mampu menaklukkan matahari…
“Tak ada yang berubah
meski kenangan sudah berhasil kau kemas dan luka tak lagi membuatmu cemas…
Sebab kepergian selalu
terasa nyata dan kesepian selalu mencari teman…”
- Bernard Batubara-
Posted in
on
03.48
by
Andi Amalia Ayu Pratiwi
Kau adalah tahun terhebat dalam hidupku…
Tahun diamana Tuhan membukakan mata, hati, dan pikiranku…
Tahun dimana Tuhan
mengajarkanku banyak hal tentang hidup, tentang menjadi lebih baik,
tentang memantaskan diri…
Tahun dimana Tuhan membangunkanku dan seolah mengatakan
saatnya aku belajar menjadi dewasa…
Tahun dimana Tuhan tak hentinya memutarkan kembali tentang aku di tahun-tahun sebelumnya…
Menunjukkan betapa banyak yang harus ku ubah dan ku
perbaiki…
Tahun dimana Tuhan membuatku sangat merasakan dan menikmati
sebuah proses…
Untuk menjadi lebih baik…
Untuk menjadi lebih pantas…
Alhamdulillah…
Langganan:
Komentar (Atom)
+of+cats.jpg)
.jpg)




